DIARE – Mengobati Diare Dengan Herbal Pilihan

Share This
18 Resep Mengobati Diare Dengan Herbal Pilihan

18 Resep Mengobati Diare Dengan Herbal Pilihan

Untuk memastikan obat guna menanggulangi penyakit ini lihat. Obat penahan buang-buang air. Obat-obat untuk ini hanya boleh digunakan, apabila kotoran si sakit berwarna kuning cerah atau hijau berair. Jika kotorannya si sakit berbau sangat busuk, keruh, hitam atau berwarna gelap, harus urus-urus dulu, hingga kotoran itu berwana cerah.

18 Resep Mengobati Diare Dengan Herbal Pilihan

Resep 1

Apabila kotorannya tipis sekali, rebuslah sesendok sana kembang yang sudah dilembutkan, dan sesendok besa simaruba dengan sebotol air biasa hingga air rebusan air tinggal separo. Setiap 2 jam sekali, berikanlah ramuan ini kepada si sakit utnuk diminum. Apabila sesudah diminum ramuan ini si sakit masih merasa kram, maka ini adalah suatu tanda, bahwa diare tidak boleh dotahan, karena dalam pembuluh perut masih banyak zat-zat yang kotor dan perlu disingkirkan (dikeluarkan).

Resep 2

Ambillah kulit kayu buah nona, kira-kira panjang 2 jari dan lebar 2 jari pula. Rebuslah bahan itu dengan air biasa sebanyak 400 gram hingga airnya tinggal separo. Ramuan ini harus diminum tiga kali.

Resep 3

Ambillah segenggam penuh daun jambu kelutuk (jambu monyet) atau sejenisnya yang bagian dalam dari buahnya berwarna merah, sesendok teh kayu pulasari yang telah di lembutkan, 5 butir buah adas dan 2 mangkuk air biasa. Rebuslah bahan-bahan itu hingga air rebusan itu tinggal separo. Ramuan sebanyak ini harus diminum dua kali dalam sehari.

Resep 4

Bisa juga diobati dengan daun jambu yang masih muda. Daun jambu itu agak diremas-remas di dalam air dan dibubuhi garam secukupnya, kemudian ramuan mentah itu diberikan kepada si penderita untuk diminum (tanpa dimasak).

Resep 5

Cara yang sederhana lagi ialah mengunyah daun jambu itu dengan garam secukupnya, kemudian menelannya.

Resep 6

Apabila pada waktu buang air besar keluarnya zat tertentu itu didahului dengan keluarnya darah dan zat lendir, maka ambillah sepotong gambir yang berbentuk persegi atau 2 potong yang berbentuk bundar dan sepotong kunyit sebesar jari. Potong-potonglah gambir dan kunyit itu menjadi kepingan-kepingan yang tipis, kemudian rebuslah dengan air sebanyak 1 gelas, dan biarkan air rebusan itu tinggal sepertiganya. Berikanlah 3 klai sehari ramuan sebanyak takaran ini kepada si sakit utnuk diminum. Dan apabila buang airnya berkurang, berikanlah 2 saki sehari saja. Dan apabila buang air itu berhenti, hentikanlah pula pengobatannya.

Disamping pengobatan ini bebatlah perut si penderita dengan kain yang dicelup di dalam air panas. Si sakit harus senantiasa berbaring di tempat tidurnya, dan berikanlah nasi tim yang dimasak dengan potongan-potongan tongan tulang-tulang ayam beserta sedikit dagingnya.

Resep 7

Sebaliknya apabila keluarnya zat itu telah lebih dahulu daripada darah dan zat lendir, maka ambillah gambir dengan ukuran yang sama dengan resep di atas ini tanpa kunyit. Rebuslah gam,bir itu dengan air biasa sebanyak 2 mangkuk air hingga air rebusan itu tinggal separo dan bubuhkanlah sesendok kesil tepung arrowroot (tanaman sejenis ganyong) dan biarkan hingga masak. Dari ramuan ini, ambillah segelas kecil dan berikan kepada si penderita untuk diminum, sedang air sisanya pergunakanlah sebagai lavement (penyemprotan usus).

Si sakit harus tinggal tenang di tempat tidurnya, dan sebagai makanannya berikan kepadanya nasi tim yang dimasak dengan potongan-potongan tulang ayam tanpa daging. Nasi itu harus dimakan sesudah dingin. Guna menguatkan tubuh si sakit pergunakanlah putihnya telur. Aduklah putihnya 5 butir telur dengan semangkuk air, kemudian tiap jam berikanlah kepada si sakit seikit gelas kecil untuk diminum. Apabila keesokan harinya si sakit tidak buang air lagi, maka tidak perlu lagi menggunakan lavement (penyemprotan usus).

Resep 8

Sesudah makan siang, berikanlah 2 sendok besar buah pepaya. Dan untuk hausnya berikanlah minuman yang dibuat dari selasih dan bunga tempayan. Cara membuatnya seperti berikut ini. Dua sendok teh biji buah selasih dan lima buah tempayan disedu dengan semangkuk air panas, kemudian dibubuhi gula Jawa secukupnya. Sesudah dingin, berikanlah kepada si sakit untuk diminum.

Apabila sesudah penyemprotan usus (lavement) tidak ada lagi kotoran yang keluar, segera mandikanlah si sakit dengan cara bersiram. Untuk diare jenis ini, si sakit juga harus mengenakan pembalut perut. Apanila si sakit tidak mengeluarkan kotoran lain lagi kecuali cairan darah, maka bahan obatnya harus dipilih demikian rupa, sehingga tidak terdapat bahan yang berkhasiat memanaskan. Boleh saja yang berkhasiat daya serap, namun jangan yang memanaskan.

Resep 9

Terutama harus kita perhatikan keadaan kotorannya. Apabila tidak terdapat sesuatu zat tertentu, juga bukan ingus yang berwarna kuning atau berbentuk lembaran tipis-tipis, maka penyakit yang mengakibatkan berak darah itu adalah bertumpuklah zat panas di dalam tubuh atau mungkin ambeien. Ambillah segelas air yang diperoleh dari binggol pisang kepok. Juga bunganya yang telah rontok, dapat pula dijadikan obat untuk menanggulangi penyakit ini. Cara menggunakannya sederhana saja, yakni mengunyahnya kira-kira sepuluh biji, setelah lembut kemudian ditelan.

Resep 10

Juga tangkainya buah oisang ini, dapat pula dijadikan obat. Potonglah tangkai ini menjadi kepingan tipis-tipis, lalu desulah dengan air panas. Setelah kira-kira 5 menit, berikanlah air seduan tangkai pisang itu kepada si sakit untuk diminum.

Resep 11

Juga tahi ular sawah dapat dipakai untuk mnengobati penyakit buang air ini. Pakailah 3 sendok setiap hari.

Resep 12

Obat yang lain ialah : 3 buah pusang batu yang telah matang dikupas dan 3 buah yang masih muda beserta kulitnya dipotong menjadi kepingan tipis-tipis. Kedua macam buah ini diremas-remas menjadi satu, sehingga menjadi suatu adonan. Kuahnya yang mengalir dari adona ini dimasukkan ke dalam sebuah gelas, lalu disaring, kemudian diberikan kepada si sakit untuk diminum. Pengobatan seperti ini boleh dilakukan 2 kali sehari. Dengan tegas diperingatkan disini, bahwa obat semacam ini tidak boleh diterapkan kepada si sakit yang kotorannya berlendir warna hijau atau berwarna gelap. Obat ini hanya diperuntukkan bagi si sakit yang kotorannya melalu darah. Dlam beberapa hal yang lainm obat ini dapat membuat si sakit bertambah hebat.

Resep 13

Si sakit boleh juga minum airnya kelapa hijau yang maasih muda terutama apanila disertai demam. Selanjutnya boleh menggunakan daun-daun yang berkhasiat mendinginkan sebagai kompres.

Resep 14

Diare biasa yang tiada hentinya, sesudah kita berikan obat cuci perut, dimana kotorannya berkeping-keping tipis bercampur dengan ingus akan beruabh menjadi disentri, apabila penyakit itu di telantarkan. Bahannya obat untuk ini adalah : sepotong kayu timor 4 sentimeter persegi, 5 butir buad adas, sepotong kayu pulasari sepanjang jari dan segenggam penuh pegagan beserta akarnya, direbus dengan air biasa 3 gelas hingga air tinggal separonya. Air ramuan ini boleh diberikan kepada si sakit 3 kali segelas anggur dalam sehari utnuk diminum. Agar ramuan ini tidak menjadi basi, supaya dapat dipakai pada hari berikutnya, harus dipanasi. Si sakit harus berpantang makan. Makanannya ialah nasi tim dengan ikan ayam di dalamnya.

Resep 15

Untuk menanggulangi diare yang terus menerus,ambillah sepotong kayu iles, sesendok teh podisari, sesendok teh murmak daging, sepotong umbinya kunci dan sepotong arang jati sebesar biji buah kopi. Semua bahan ditumbuk halus, kemudian larutkan di dalam segelas air,lalu berikan kepada si sakit untuk diminum.

Resep 16

Apabila diare itu hampir tidak dapat dihentikan, dan penderitanya menjadi sanfat lemah akibat penyakit itu, ambillah 3 lempuyang pahit masing-masing sebesar setengah jar, 2 umbinya kunci dan 3 biji buah kedawung. Gorenglah semua bahan ini. Kemudian bubuhkan 2 umbinya kunci mentah, 2 gram sintok, sebuah seperantu, 1 gram kayu masoyi, sesendok teh jintan hitam, 3 kemukus, 1 cabe Jawa, sepermpat sdan setengah sendok teh mungsi. Lembutkanlah semua bahan ini dan akhirnya bubuhkanlah pula separonya kulit tambutan yang dipotong-potong halus, Larutkan bahan-bahan ini di dalam 200 gram air dan biarkan sampai 5 menit. Kemudian saringlah dengan kain, lalu setengah bagian berikan kepada si sakit untuk diminum pada waktu siang, sedang setengah bagian yang lain berikan pada waktu malam untuk diminum pada malam hari.

Pengobatan ini di ulang-ulangi, sehingga kotoran si sakit menjadi normal. Si sakit diperkenankan makan apa-apa selain nasi tim yang ditaburi dengan serbuk dendeng, dan hanya minum air larutan beras yang digoreng.

Resep 17

Apabila di dalam kotorannya tidak terdapat darah, juga bukan cairan berlendir dan tidak terjadi kram, tetapi banyak, rebuslah 5 gram simaruba dengan 500 gram air biasa hingga ai rebusan itu tinggal separo, kemudian berikanlah kepada si sakit 2 jam sekali segelas kecil utnuk diminum.

Resep 18

Apabila sesudah 4 hari kotorannya tidak juga normal, maka gunakanlah ramuan seperti di atas, namun harus dibubuhi 4 gram kayu timor.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *