DIARE – Penyebab Diare Dan Resep Pengobatan Dengan Herbal Pilihan

Share This
Penyebab Diare Dan Resep Pengobatan Dengan Herbal Pilihan

Penyebab Diare Dan Resep Pengobatan Dengan Herbal Pilihan

Penyebab Diare Dan Resep Pengobatan

Diare atau menceret akibat belum dapat menyesuaikan diri dengan udara

• Parutlah akarnya ganyong, kemudian peraslah airnya dengan kain. Berikan air perasan ini tiap-tiap kalai sebanyak 20 gram kepada si sakit untuk diminum. Apabila ganyong itu air sarinya sedikit, maka bubuhkanlah air sedikit pada parutannya, kemudian baru diperas.

Diare atau menceret akibat cemas

• Umum sudah mengetahui, bahwa kegugupan dan kecemasan dapat mengakibatkan diare pada orang yang mengalaminya. Kecemasan akan menderita kolera, bisa juga mengakibatkan orang membuang air dengan kotoran berkeping-keping kecil, yang membuktikan kepada kita, bahwa gejala itu adalah gejala yang pertama pada orang yang menderita sakit kolera.

Untuk menanggulangi ini, ambillah 5 gram daun dempol lelet sawan angung, kemudian larutkan ke dalam air panas sebanyak setengah liter. Setelah larut, berikanlah setiap 2 jam 1 gelas kecil kepada penderita. Apabila diare itu agak hebat, berikanlah setiap 1 jam sekali.

Diare atau menceret di sertai darah

• Ambillah 15 gram patikan Cina, sesendok teh kayu timor, sepotong empu kunir sepanjang setengah jari dan setengah jari kayu pulasari. Rebuslah bahan-bahan ini dengan air biasa sebanyak 1 botol untuk anggur sehingga air rebusan itu tinggal setengahnya. Berikanlah ramuan itu tiap 2 jam sekali 1 gelas kecil kepada si penderita untuk diminum. Apabila diare itu agak berat, berikanlah seiap 1 jam sekali.

• Apabila diare itu disertai kram, maka bubuhkanlah kayu ules, beberapa biji buah kedawung dan setengah sendok teh merica bolong. Penderita tidak diperkenankan minum susu, makan telur atau kaldu.

Diare atau menceret berdarah akibat demam di dalam perut

Kotoran yang pertama mengandung banyak darah dengan sedikit tinja. Angin yang keluar bersama kotoran itu sudah seperti air membusuk. Kemudian disusul dengan tekanan-tekanan yang disertai darah. Seluruh tubuh si penderita terasa panas, padahal ukuran suhu badan tidak naik. Apabila sakitnya si penderita sudah lama, maak perut, muka, kaki, dan tangannya membengkak. Jika sudah demikian, maka si penderita sering pingsan, dan warna mukanya berubah menjadi abu-abu. Perutnya tidak dapat mencerna makanan lagi.

Resep

• Apabila penyakit ini sudah alam dan sudah berulang-ulang diurus-urusi, maka ambil dan parutlah bonggol pisang kepok, lalu peras dan saringlah airnya, kemudian berikanlah kepada si sakit 3 kali sehari 1 gelas kecil.

• Keesokan harinya berikanlah kepada si sakit sebelum makan, air sari daun randu yang masih muda untuk diminum. Cara membuatnya ialah seperti berikut : Daun randu yang masih muda ditumbuk, kemudian di peras sehingga mengeluarkan cairan berlendir. Sesudah disaring, berikanlah cairan itu kepada si sakit untuk diminum.

• Penderita harus senantiasa berasa di tempat tidurnya, jangan terlalu banyak bergerak, sedang pada perutnya harus diberi tapal daun dadap srep dan daun sosor bebek.
Diare atau dengan perasaan berkali-kali ingin buang air, capai dan sakit pada perut
• Panaskanlah di atas perapian hingga menjadu arang 10 – 12 biji buah jati Belanda, campurkanlah dengan buah kapulaga yang sudah dilembutkan di dalam sebuah gelas, kemudian tuangkanlah ke dalam gelas itu air panas atau air yang sudah dimasak. Biarkan demikian kira-kira 5 menit, kemudian berikanlah sedikit demi sedikit kepada si sakit untuk diminum. Pada waktu si sakit menderita penyakit ini harus erpantang terhadap bawang dan kubis serta janagn minum susu.

• Beberapa hari kemudian, berikanlah kepada si sakit segelas kecil airnya buah nanas untuk diminum.

Diare atau menceret dengan gejala-gejala penyakit hati (Liver)

• Segenggam penuh rumput jarem, segenggam penuh daun meniran, sepotong kayumanis sebesar setengah jari, setengah sendok teh buah adas, sepotong kayu pulasari sepanjang ruas jari dan sesendok teh parutan kayu cendani, direbus dengan ai biasa sebanyak 1 botol utnuk anggur, hingga air rebusan itu tinggal separo. Sesudah dingin berikan kepada si sakit tiap 2 jam sekali 1 gelas kecil utnuk diminum.

• Si Sakit harus benar-benar istirahat, dan pada perutnya diberi tapal dengan daun srep dan saun sosor bebek. Tapal itu harus selalu di perbaharui 3 kali sehari.

• Makanannya haru terdiri dari bubur arrowroot (semacam ganyong) yang kental atau tajin yang kentel. Hanya boleh minum putihnya telur yang dikocok, kemudan dicampur dengan air biasa sebanyak 1 gelasa. Tiap 2 jam sekali berikanlah kepada si sakit 1 gelas kecil ramuan ini apabila ia haus.

Setelah si sakit kian membaik, pertama-tama secara perlahan-lahan tetapkanlah makanannya. Namun pada bulan-bulan pertama jangan minum susu dan minuman yang mengandung alkohol serta makan makanan yang sukar dicerna. Jangan makan daging, selain daging ayam.

• Jagalah agar si sakit senantiasa dapat membuang air besar secara teratur. Apablia macet, berilah buah pepaya atau pisang kepok yang direbus.

• Apabila penyakit perut itu sembuh, selama 14 hari, berikanlah kepada si sakit setiap hari air rebusan 7 keping potongan temulawak dengan pohon meniran selenghkapnya (batang, daun dan akar) untuk diminum.

• Sesudah waktu yang 14 hari ini, biasakanlah agar si sakit selalu minum air rebusan temulawak. Seyogyanya pengobatan ini diualangi setiap 6 bulan sekali. Untuk ityu ambillah umbinya temulawak itu sebesar telur ayam, lalau di parut, kemudian dibubuhi air biasa sebnayak 1 gelas kecil, akhirnya biarkanlah airnya mengalir ke dalam gelas melalui saringan dari kain. Setelah tepungnya mengendap baru diminum pagi-pagi sekali.

Diare atau menceret disertai demam dan kelemahan tiada henti-hentinya

• Ambilah 5 gram kayu kolombo dan 5 gram kulut kayu kina, rebuslah kedua bahan ini dengan air biasa 1 gelas sehingga air itu tinggal separo. Bubuhkanlah 7 tetes minyak kayu putih yang baik. Berikanlah 3 kali 1 sendok penuh dalam sehari kepada s sakit untuk diminum.

Diare atau menceret hanya waktu pagi

• Ambillah sepotong lempuyang pahit panjang setengah jari, kemudain gorenglah. Ambillah pula yang masih mentah dengan ukutan yang sama, kemudian keduanya timbuklah hingga halus. Setelah halus masukanlah ke dalam air 1 gelas. Kemudian saringlah dengan kain dan berikan kepada si penderita pagi-pagi hari ketika bangun tidur utnuk diminum.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *