Anak Tersedak?! Jangan Panik, Lakukan Hal ini

Share This

anak-tersedak

Anak Tersedak – Permen, buah, makanan kecil dan bahkan susu bisa membuat anak-anak tersedak. Kefatalan bisa terjadi akibat jalan napas yang tertutup sehingga udara atau oksigen tidak bisa masuk ke dalam tubuh. Akibatnya menyebabkan hipoksia atau kekurangan oksigen. Dalam beberapa kasus, tersedak bisa mengakibatkan hilangnya nyawa.

“Tersedak atau choking bahayanya adalah udara tidak bisa masuk, otak kekurangan oksigen sehingga pasien tidak sadarkan diri,” dr Dita Elvina, Koordinator Instalasi Gawat Darurat dari Brawijaya Children and Women Hospital.

Menurut dr Dita, penyebab pada anak tergantung pada usia. Untuk bayi, biasanya mereka tersedak karena susu. Bisa juga karena makanan padat, pada saat mereka sudah mendapatkan makanan padat.

Baca Juga : BUNDA TAU…. PERBEDAAN BATUK BIASA & BATUK FLEK PADA ANAK ??

“Kalau  pada orang tua bisa juga tersedak biasanya karena makanan yang tidak dapat dicerna dengan baik dan akhirnya menutup jalan napas jadi tersedak, atau bicara pada saat makan,” jelasnya.

Ciri-ciri anak yang mengalami tersedak adalah: megap-megap, tidak bisa berbicara atau menangis, wajah bisa membiru. Pada anak yang cukup besar, biasanya memegang tenggorokan.

Jika bayi tersedak namun bisa batuk kuat, menangis atau bernapas lancar, intervensi tidak perlu diberikan. Beda halnya jika bayi tampak megap-megap karena susah bernapas.

Yang bisa kita lakukan kalau terjadi pada bayi, kita bisa menidurkan bayi dengan posisi telentang di paha kita lalu memasukkan jari ke mulut bayi. Kalau tetap tidak bisa kita tengkurapkan si bayi di punggung paha lalu tekan-tekan punggungnya,” saran dr Dita.

Pada saat memberikan pertolongan, pastikan kepala bayi lebih rendah dari bagian tubuh lainnya.

Sedangkan pada anak kecil usia di atas 5 tahun, orang tua bisa mendekap pinggang anak dari belakang dalam posisi anak berdiri. Buatlah kepalan tangan dan tempatkan di atas pusar, di bawah tulang rusuk. Kemudian pegang kepalan tangan dengan tangan yang lain. Tujuannya adalah memberi tekanan pada diafragma dan dada agar timbul rasa mual. “Atau cara kedua menekan punggung anak selagi ia duduk lanjut dr. Dita.

“Kalau kita yakin bisa menolong pasien choking lakukan dengan pasti dan gentle, apalagi pada anak-anak. Tapi jika kita tidak yakin jangan lakukan karena takut terjadinya fraktur pada tulang. Hubungi layanan medis terdekat jika cara tersebut tidak berhasil.

Selamat Mencoba Bunda,

 

Artikel Kesehatan Terkait

Radang Amandel Anak | Kenali Gejalanya Radang Amandel Anak Radang Amandel Anak - Amandel adalah penyakit yang disebabkan oleh kerusakan pada permukaan selaput lendir. Jika sudah parah, da...
Trik Membuat Tidur bayi Lebih Berkualitas Tidur berkualitas buat baby Trik Membuat Tidur Si Kecil Lebih Berkualitas   Seperti yang sudah kita tahu, bayi usia 1-18 bulan memerlukan k...
Bayi Gemuk Karena Antibiotik SELAMA ini, Anda mungkin sering membeli antibiotik untuk keperluan pengobatan di rumah. Antibiotik memang bisa sangat membantu mengatasi penyakit yang...
Jagung Manis untuk Sang Buah Hati Setiap kita saat ditanya apakah suka dengan jagung manis? Rata-rata akan menjawab suka. Dan ternyata, jagung manis itu bermanfaat bagi kesehatan s...

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *