Bayi Gemuk Karena Antibiotik

Share This

SELAMA ini, Anda mungkin sering membeli antibiotik untuk keperluan pengobatan di rumah. Antibiotik memang bisa sangat membantu mengatasi penyakit yang disebabkan infeksi bakteri. Tapi penggunaan antibiotik yang salah bisa berbahaya lebih dari yang dibayangkan.

Pneumonia, infeksi sinus berat, infeksi telinga, radang tenggorokan, bronkitis, dan pilek tertentu mungkin memerlukan antibiotik. Tapi Anda harus bertanya kepada dokter apakah Anda benar-benar membutuhkan resep obat antibiotik. Bila Anda asal menggunakannya, kemungkinannya adalah seperti berikut.

  • Usus bermasalah

Antibiotik tidak hanya bisa membunuh bakteri jahat, bakteri baik dalam usus Anda juga bisa ditumpas. Sementara banyak orang yang merasa perut mereka lebih baik setelah berhenti minum, beberapa orang tidak pernah pulih.

Menurut sebuah penelitian dalam The American Journal of Gastroenterology, pasien yang minum lebih dari tiga antibiotik dalam jangka waktu lima tahun, 1,5 kali lebih mungkin untuk mengembangkan Irritable Bowel Disease, khususnya kolitis ulserativa atau penyakit Crohn.

  • Antibiotik membuat gemuk

ANTIBIOTIK ditemukan dapat memicu kenaikan berat badan bila digunakan terlalu sering. Penelitian baru bahkan menemukan bahwa pemberian resep antibiotik tiga kali atau lebih sebelum anak mencapai usia dua tahun dapat meningkatkan risiko obesitas.

Peneliti studi ini, Frank Irving Scott, memang tidak mendorong penolakan pemberian antibiotik. Namun, ia mengimbau pentingnya orangtua untuk menghindari pemberian antibiotik yang tidak dengan resep dokter atau sewajarnya.

Para peneliti, yang memublikasikan studi mereka dalam jurnal Gastroenterology, melakukan penelitian kohor di Inggris untuk menilai hubungan antara paparan antibiotik sebelum usia dua tahun dan obesitas pada usia empat tahun.

Anak-anak yang telah terpapar antibiotik mengalami peningkatan 25 persen relatif dan 1,2 persen absolut dalam peningkatan risiko obesitas anak usia dini. Risiko terkuat muncul ketika anak pernah diberikan resep berulang, sebanyak tiga kali atau lebih.

“Hasil pekerjaan kami mendukung teori bahwa antibiotik dapat semakin mengubah komposisi dan fungsi dari mikrobioma usus, sehingga membuat anak menjadi obesitas seperti yang terlihat pada ternak dan hewan model,” simpul Dr Scott, seperti dilansir dari Timesofindia,

Sekarang ini banyak industri peternakan yang menggunakan antibiotik untuk menggemukkan sapi dan ayam sebelum mereka dipotong. Meski ilmuwan tidak sepenuhnya yakin mengapa hal tersebut dapat terjadi, mereka melihat hal yang sama bisa terjadi pada tubuh manusia.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity menemukan bahwa penggunaan antibiotik pada anak tidak hanya memengaruhi kenaikan berat badan saat itu, tetapi juga untuk tahun-tahun yang akan datang. Dikatakan juga bahwa penggunaannya terkait dengan pengembangan diabetes tipe 2 (yang faktor risikonya adalah obesitas).

  • Berpengaruh ke otak

Ketika memusnahkan bakteri baik dan buruk dalam usus, mereka juga memengaruhi kondisi otak Anda. Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Psychology, satu obat antibiotik saja dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan yang lebih tinggi. Demikian seperti dilansir dari Prevention,

4 Rempah Pengganti Antibiotik Alami

OBAT antibiotik jangan dikonsumsi sembarangan tanpa perintah dokter. Karena bahayanya dapat mengakibatkan resistensi yang berujung kematian.

Tapi jangan khawatir, apabila tubuh Anda sedang terinfeksi kuman dan harus segera diobati, pilih saja empat jenis rempah-rempah berikut yang fungsinya sebagai penggantinnya.

Bawang putih

Bawang putih adalah antibiotik alami yang membunuh kuman jahat dalam tubuh. Daripada memilih menenggak obat antibiotik yang berisiko, lebih baik memilih konsumsi bawang putih bila tubuh terinfeksi.

Jahe

Jahe parut yang ditambahkan ke dalam teh juga bermanfaat sebagai antibiotik alami. Lebih dari itu, manfaatnya juga dapat menyelesaikan masalah gangguan pernapasan yang menyiksa pasien.

Kunyit

Rempah berwarna oranye ini adalah obat terbaik untuk melawan infeksi. Karena kandungan curcumin di dalamnya bersifat antibakteri yang membunuh kuman yang menyerang tubuh.

Lada

Para ahli mengatakan, bubuk lada membantu untuk melawan pneumonia menular. Lebih dari itu, karena bersifat antimikroba tinggi, maka sangat baik dikonsumsi sebagai antibiotik alami. Demikian dilansir Boldsky.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *