INFLUENZA DAN CARA MENGATASINYA

Share This
INFLUENZA DAN CARA MENGATASINYA

INFLUENZA DAN CARA MENGATASINYA

INFLUENZA

Penyakit ini membuat seluruh tubuh kita menjadi lesu, kelemahan yang sangat pada kaki, pusing kepala, tidur tidak nyenyak dan tidak mempuanyai nafsu makan dan minum. Tubuh kita menjadi gemetar, kuku menjadi biru dan suhu badan menjadi tinggi dan sakit pada persendian.

• Tindakan pertama yang perlu kita lakukan ilah mencuci perut dengan kastroli, untuk orang dewasa cukup 2 sendok makan.

Jika si penderita tidak tahan dengan pemakaian kastroli atau bekerjanya bahan itu kurang kuat, boleh menggunakan limonade purgative sebanyak 500 gram diminum sedikit demi sedikit selama 2 jam. Untuk anak – anak dibawah 12 tahun, bahan ini terlalu keras. Oleh karenya hanya boleh menggunakan kastroli. Jika obat ini bekerja, maka si penderita akan berselimut rapat – rapat.

• Apabila penderita tidak mengalami kesukaran dalam hal makanan, namun ia tetap enggan untuk makan. Walau ia harus banyak minum, Namun tidak dipekenankan untuk minum minuman yang didinginkan atau es. Ia harus banyak minum airnya jeruk manis, jeruk keprok dan nanas. Orang dewasa harus minum sedikitnya 2 liter dalm sehari semalam. Air minum yang paling baik baginya ialah air eruk sitrun. Cara memperolehnya ialah seperi dibawah ini :

Potonglah tengahnya 2 jeruk sitrun, lalu masukanlah ke dalam panci kemudian tuangkanlah kedalamnya air dingin secukupnya,sehingga irisan jeruk itu tenggelam. Apabila setelah beberapa lama kulit jeruk itu menjadi lembek, peraslah jeruk itu hingga tuntas. Setelah di saring dan dipanaskan, bubuhilah gula secukupnya. Berikanlah minuman ini kepada si penderita ketika masih hanat – hangatnya.

• Penderita sakit Influensa pada umumnya merasa sakit pada punggung dan pinggangnya. Oleh karena itu, Perlu kita tempelkan bebat yang menghangatkan dengan air garam atau parutan jahe dengan eua de cologne pada bagian yang sakit itu.

Obat lain untuk maksud yang sama adalah minyak kayu putih, kapur sirih dan airnya jeruk sitrun. Namun orang – orang yang berkulit lemah dan anak – anak tidak tahan dengan obat ini.

• Suatu obat yang pernah dicobakan ialah menggosok bagian yang sakit itu dengan kamferspiritus (spirtus yang mengandung kapur barus). Namun hasilnya sedkit sekali. Selama 3 hari pertama, si penderita harus dijaga agar sedikit mungkin membasuh diri atau membersihkan diri. Ia harus benar – benar beristirahat. Tidurnya harus teratur sedemikian rupa, sehingga kepala dan bahunya jauh lebih tinggi untuk mencegah radang paru – paru.

Demam yang tinggi, biasanya dimulai denga getaran – getaran badan karena dingin., dan pada hai ketiga panasnya mencapai 40 derajat. Pada perawatan yang baik dan mentaati pearturan – peraturan yang sudah ditentukan, kita tidak usah khawatir terhadap perkembangan penyakititu. Pada hari keempat, dapat diharapkan, bahwa penyakit itu sudah mulai sembuh.

Jika si penderita sudah tidak merasa demam, baru boleh diberikan hidangan tertentu kepadanya, misalnya roti biskuit dengan susu atau kaldu ayam dengan nasi lembek. Pada hari keduanya boleh diberikan kepadanya sebagai hidangan telur yang dimasak lunak dan semangkuk teh yang tidak terlalu keras, dan pada siang harinya sop permiseli dengan bergedel daging atau ayam.

Sebagai makanan kecil pada siang hari, biskuit dengan daging asap yang dimask lembut atau keju, dan sebagai makanan malam bubur kentang dengan sepotong ikan ayam serta buah yang disetup. Pada hari ketiganya baru boleh makan buah – buahan yang segar dan banyak mengandung air. Minum air buah – buahan tetap masih dianjurkan.

Penyakit ini sangat melemahkan tubuh, oleh karenanya seoang yang sudah dapat dikatakan sembuh pun, harus senantiasa mentaati peraturan – peraturan tertentu, jangan melelahkan tubuh dan jangan berangin – angin, Ia tidak boleh mengenakan pakaian yang terlalu tipis dan terburu – buru ingin mandi. Lama sesudah ia sembuh, masih senantiasa lemah, kurang semangat dan tidak mempunyai nafsu makan. Agar kekuatannya segera pulih, ia harus dpat memerangi kurang nafsu makan ini, karena dengan makanan yang baik dan teratur, kekuatannya akan segera kembai. Banyak orang yang menderita influensa disertai dengan batuk yang membandel. Penyakit batuk ini dapat disembuhkan dengan minum 3 atau 4 gelas susu yang hangat – hangat kuku dengan air ( dengan perbandingan yang sama) setiap hari.

• Untuk menghilangkan rasa gatal yang menggelitik tenggorokan, kita dapat mengguanakn air rebusan daun poko sebagai minuman. Jangan makan roti biskuit yang kering atau hidangan – hidangan yang menggatalakan dan menggelitik tenggorokan. Orang – orang yang terserang bronkhitis boleh menggunakan tijmstroop. Juga dapat menggunakan setrup sirih, namun bagi orang yang tenggorokannya terlalu peka, tidak tahan akan obat ini, karena khasiatnya terlalu tajam.

Apabila si penderita nampak sembuh, ia harus sennatiasa diamati dengan mengukur suhu badannya tiga kali sehari. Sebelum suhu itu turun di bawah 37 derajat, ia belum diperkenankan meninggalkan tempat tidur. Apabila suhu badannya tidak naik lagi, dianjurkan agar penderita itu beberapa hari lagi tingga dikamar, sebaiknya berbaring dikursi panjang.

• Apabila penderita itu jantungnya lemah, berikanlah setiap hari 2 mangkuk air rebusan daun sembung untuk diminum. Pembuatannya ialah kita rebus 2 lembar daun sembung dengan 2 mangkuk air biasa, sehingga air rebusan itu tinggal setengahnya. Setelah menjadi dingin, berikanlah kepada si sakit untuk diminum hangat – hangat kuku.

Apabila gejala – gejala influensa itu masih nampak, maka kita dapat mengamatinya dengan cara menjamahnya pada waktu – waktu tertentu, dan memberikan obat cuci perut disertai aspirin kepada si sakit.

• Untuk menghilangkan hausnya, berikan kepada si sakit air sitrun. Dan supaya dilarang, agar ia tidak makan makanan yang berat. Dengan jalan demikian, dapat kita harapkan dalam beberapa hari kemudian, keadaan si penderita akan normal kembai. Namun disampig itu, si penderita harus senantiasa beristirahatdi tempat tidur dan minum air rebusan daun sembung selama seminggu lagi. Terutama yang harus diperhatikan, apakah air seni si penderita tidak terasa panas atau berwarna keruh. Jika masih demikian, maka berikanlah kepada penderita air kelapa hijau. Bir dan minuman yang mengandung alkohol sama seklai tidak diperkenankan. Harus dijaga pula, agar pencernaanya senantiasa bekerja dengan baik.

Demikian pembahasan mengenai Influenza dan cara mengatasinya. Semoga bukan hanya sebagai bahan bacaan tapi juga bisa berguna untuk kesehatan anda. Terimakasih atas kunjungannya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *