Kesaksian Chatib – Mengobati Pembengkakan Prostat Dengan Tanaman Obat

Share This
mengenal gangguan prostat

Mengobati pembengkakan herbal dengan tanaman obat

Kesaksian Chatib – Mengobati Pembengkakan Prostat Dengan Tanaman Obat

(Ketekunan Membuahkan Kesembuhan )


Chatib (54 tahun), staf distribusi perusahaan ekspedisi terkenal di Jakarta. Ayah dari 3 orang putri dan 3 orang putra berhasil mengobati pembengkakan prostat. Dengan semangat, kesabaran, dan ketekunannya mencani informasi tentang herbal tanaman obat.

Di pertengahan tahun 2002, sudah satu minggu Chatib merasakan sakit di sekitar buah pelir sebelah kiri. Setiap malam saat mandi, Chotib menyempatkan menyiram bagian yang sakit dengan air es untuk meredakan rasa sakitnya. Usahanya hanya bertahan beberapa hari. Lama kelamaan siraman esnya tidak mempan. Rasa nyeri dan pegal bertambah, kencing sering tidak tuntas, begitu pula ukurannya bertambah besar. Tidak kuat menahan sakit dan mengganggu pekerjaannya, Chatib berobat ke Puskesmas terdekat. Letaknya sekitar 1 km dan tempat tinggalnya, daerah Binong, Tangerang. Hash pemeriksaan dokter puskesmas menyatakan Chatib diduga mengidap kanker prostat.

Tidak yakin pada diagnosa dokter puskesmas, Chatib memeriksakan diri ke dokter di kantor tempat isterinya bekerja. Pada pemeriksaan  pertama Chatib dianjurkan untuk rontgen memeriksakan bagian bawah tubuhnya yang sakit dengan rujukan surat dokter. Hasilnya sedikit berbeda dengan dokter di puskesmas. Chatib mengidap prostatitis atau pembengkakan prostat, belum sampai ke taraf  kanker prostat. Tidak ada cara lain untuk menyembuhkan, hanya operasi satu-satunya jalan, begitu ujar dokter.
Chatib mengajukan cuti selama 2 minggu untuk persiapan operasi. Beruntung perusahaan tempatnya bekerja mengerti keadaan Chotib. Bosnya menyarankan 1 bulan penuh istirahat di rumah terbebas dan masalah pekerjaan. Selama menunggu hari H openasi, Chotib berusaha mencari-cari  informasi mengenai pengobatan gangguan prostatnya . Awalnya Chotib mencari sumber informasi dan kerabat dekatnya. Berbagai terapi pengobatan dilakoninya, terapi madu, pijat, jamu jamuan, dan lain-lain.

Hingga masa istirahatnya  selesai, keadaan penyakitnya belum membaik. Bengkaknya semakin membesar dan operasi tidak jadi dilakukan karena takut dan biaya yang mahal. Akhirnya Chotib mengajukan pengunduran diri untuk beristirahat total di rumah. Beruntung bosnya memberi kesempatan pada Chotib untuk tetap bekerja di bagian lain yang lebih ringan yaitu staf gudang. Sebelum pindah ke bagian gudang, Chotib diberikan lagi waktu selama 2 minggu untuk istirahat. Chotib telah 10 tahun bekerja bersama bosnya itu, waktu yang lama untuk membuktikan loyalitas kerja.

Dalam dua minggu masa istirahat inilah, akhirnya Chotib menemukan jalan keluar dalam Mengobati pembengkakan prostat nya yaitu dengan tanaman obat . Berawal dan tabloid mingguan milik putrinya yang tidak sengaja dibacanya sehabis sarapan pagi, mengulas pengalaman kesembuhan hipertensi menggunakan seledri. Chatib memberanikan diri menghubungi tabloid itu. Usaha menelepon pertama gagal, karena informasi penulisnya tidak jelas. Begitu juga usaha selanjutnya. Tidak patah semangat, Chotib coba menghubungi keponakannya yang kuliah dijurusan sosial ekonomi pertanian IPB. Menurutnya IPB identik dengan tanaman. Chatib meminta bantuan pada keponakannya itu untuk menelusuri catatan-catatan mengenai tanaman yang mampu menyembuhkan penyakit prostat. Beberapa hari masa penantian, akhirnya Chatib mendapat kabar baik. Beberapa catatan pengobatan penyakit menggunakan tanaman berhasil ditemukan. Paling banyak didapat dan hasil-hasil penelitian mahasiswa. Namun belum satu pun mengarah ke pengobatan penyakit prostat. Yang paling banyak adalah pengobatan penyakit kanker.

Sambil  terus mengkonsumsi obat pereda rasa sakit dan anti radang dari dokter, informasi—informasi penting itu ia kumpulkan. Beberapa catatan mengenai tanaman yang menyembuhkan infeksi, meredakan sakit, mengurangi bengkak, dan melancarkan air kencing ia kliping. Setiap hari sehabis pulang dan gudang, Chatib selalu menyempatkan diri  ke agen koran/majalah dekat kantornya, sekedar mencari informasi tentang tanaman obat. Sayangnya belum ada koran tabloid atau majalah yang serius mengangkat tanaman obat, hanya artikel—artikel kecil saja yang mengulas khasiat tanaman obat.

Tidak hanya itu, bila hari Minggu atau libur, Chatib menyempatkan pengi ke toko buku dengan tujuan yang sama, mencari tulisan—tulisan yang mengulas tanaman obat. Usaha ini membuahkan hasil, infonmasi tanaman obat yang bisa menyembuhkan gangguan prostat berhasil ditemukan. Buku—buku karya Prof. Hembing banyak mengulas khasiat ciplukan dan kumis kucing dalam meredakan gangguan prostat, terutama melancarkan air kencing.

Setelah usaha pencarian informasi ini dirasa cukup, tinggal usaha pencarian tanamannya, kemudian meraciknya. Lagi—lagi Chatib meminta bantuan keponakannya mencani tanaman— tanaman itu. Pucuk dicinta ulam tiba, keponakannya mendapatkan informasi bahwa rekan—rekannya yang sedang menjalankan proyek penelitian untuk skripsi di Kuningan, Jawa Barat kesulitan memberantas tanaman pengganggu / gulma. Mereka kebingungan kemana hanus membuangnya saking banyaknya, beberapa diantara tanaman itu ternyata ciplukan, dilihat dan ciri khas buahnya yang mirip lampion. Tanpa pikir panjang, Chatib mengontak rekan—rekannya sesama staf distibusi yang sedang dalam perjalanan pulang dan arah Jawa Tengah untuk mengambil tanaman ciplukan tadi. Dengan membayar Rp. 1 000,— untuk setiap kilo ciplukan, Chatib hanya mengeluarkan biaya Rp. 200.000,- untuk 2 kuintal tanaman ciplukan setengah segar.

Tanaman Obat Pembengkakan Prostat

Berbekal resep tradisional dan buku dan kliping yang ia kumpulkan serta ciplukan dalam jumlah banyak, Chatib mulai meracik ramuan. Ciplukan dicampur dengan beberapa tanaman lain, yaitu sambiloto, akar alang-alang, kumis kucing, kencur, dan keji beling. Alang—alang, keji beling, dan kumis kucing dipetik dan lingkungan sekitar rumah dan halaman tetangga, kencurnya dibeli di pasar tradisional, sedangkan sambilotonya ia pesan dan ibu penjaja jamu gendong. Dia mulai berusaha mencari tanaman Obat Pembengkakan Prostas dengan serius.

Sekali racik, ramuan ‘anti—prostat’ (mengutip istilah Chatib.red), sekitar 4 genggam ciplukan kering, 2 cangkir rebusan sam biloto, 1 0 embar keji beling, dan 1 genggam irisan tipis kencurdirebus dengan 8 gelas dalam kuali tanah. Sekira 45 menit, air rebusan tinggal setengahnya. Setelah didinginkan, hasil rebusan disaring dengan penyaring kelapa. Setelah disaring, air yang tersisa tinggal 4 gelas untuk diminum sehari 2 gelas, pagi dan malam hari sebelum tidur. Kadang-kadang Chatib meracik ramuan itu untuk beberapa hari, biar tidak repot berkali—kali merebus. Hitungannya, bila untuk4 hari, semua racikan dikalikan dua, untuk 6 hari dikalikan 3, demikian seterusnya.

Setelah 2 gelas diminum, sisanya disimpan di dalam botol-botol bekas sirup. Tidak lupa Chatib meminum 2 gelas lagi air putih ditambah madu setelah minum racikan, biar kencing lancar dan mulut tidak terlalu pahit.

Usaha mengobati pembengkakan prostat dengan tanaman obat membuahkan hasil. Dalam waktu tiga bulan kencingnya tuntas, frekuensi rasa sakitnya mereda, bengkaknya  mengecil walau masih tampak. Empat bulan kemudian, sekira awal tahun 2003 Chatib mendapat informasi pengobatan herbal dengan ramuan kapsul di daerah Galur, Jakarta Pusat (Klinik Herbal Karyasari Galur). Setelah datang dan berkonsultasi, Chatib disarankan oleh dokter  herbal untuk mengkonsumsi rumput mutiara, sambiloto, ciplukan, dan meniran tapi tidak dalam bentuk kapsul karena Chatib merasa lebih percaya dengan rebusan. Pertengahan tahun 2003, tepatnya bulan juni Chatib terbebas dan masalah prostatnya, sakitnya benar—benar hilang, bengkaknya sudah mengempis, satu lagi yang pasti Chatib bisa menekuni pekerjaannya semula sebagai staf distribusi tanpa takut penyakitnya kambuh.

Duatahun berlalu, sekarang Chatib tidak lagi bekerja di perusahaan ekspedisi. Bukan karena gangguan prostatnya namun memang waktunya untuk pensiun. Tidak tampak dan raut wajahnya kalau Chatib pernah merasakan sakit yang hebat. Kesibukannya sekarang menemani cucu—cucunya di rumah atau sesekali pulang ke kampung halamannya di Tegal, Jawa Tengah dan mulai menekuni hobi baru bencocok tanam tanaman obat (harsa).

SUMBER : Majalah Karya Sari Edisi Juni 2004

 


RECOMMENDED PRODUCT

gizidat - madu ikan sidat plus probiotik

Gizidat

Artikel Kesehatan Terkait

Mengatasi Gangguan Prostat Dengan Herbal mengatasi gangguan prosta dengan herbal Mengatasi Gangguan Prostat Dengan Herbal Gangguan prostat Hampir sebagian besar pria usia setengah baya men...
Manfaat Putri Malu Obat Pendarahan Wasir Manfaat Putri Malu Obat Pendarahan Wasir   manfaat putri malu obat wasir   Mimosa pudica atau putri malu dibarat dikenal...
Memurnikan Jamu Cilacap – Tidak Ada Jalan Si... memurnikan jamu cilacap - raziah Memurnikan Jamu Cilacap –Tidak ada Jalan Singkat— mIde dalam mencampur Bahan Kimia Obat(BKO) kedalam ramuan Jamu t...
MERACIK SENDIRI HERBAL ADAS OBAT BATU EMPEDU Meracik Sendiri Tanaman Adas Obat Batu Empedu  meracik sendiri -adas-obat-batu-empedu- Adas obat batu empedu, merupakan satu dari Sembilan tanama...

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *