Memurnikan Jamu Cilacap – Tidak Ada Jalan Singkat –

Share This
memurnikan jamu cilacap - raziah

memurnikan jamu cilacap – raziah

Memurnikan Jamu Cilacap –Tidak ada Jalan Singkat—

mIde dalam mencampur Bahan Kimia Obat(BKO) kedalam ramuan Jamu traditional adalah seperti kanker. Dia tidak bisa dimusnahkan begitu saja, hanya dengan mengamputasi bagian yang sakit. Namun tahapan yang lebih panjang harus dilakukan baik dalam memusnahkan akarnya, mencegah pertumbuhannya sampai mengontrol asupannya agar tidak memantik kembali kemunculannya. Sebagaimana kanker , Ide mencampur BKO bersifat laten dan sangat mudah untuk menyebar bila tidak ditangani dengan tepat. memurnikan jamu cilacap

Analogi diatas tidaklah terlalu berlebihan bila kita menilik Record daripada praktek pencampuran BKO kedalam jamu traditional. Sejak tahun 1997 hingga kini, praktek tersebut masih ditemui baik di daerah Cilacap , Banyumas, bahkan ditempat lain seperti Jakarta, Bandung yang menurut beberapa informasi dilakukan dengan cara yang lebih canggih dan kapasitas yang jauh lebih besar. Pemberantasan pada satu wilayah yang dianggap “sarangnya”, tidak menjamin bahwa praktek tersebut akan hilang. Justru hal tersebut menjadi alasan bagi pengusaha untuk melakukan hal yang sama ditempat lain yang lebih sulit dijangkau.

Sependek pengamatan penulis beberapa Bulan ini masyarakt Jateng kembali dikejutkan dengan 3 pemberitaan penggerebegan oleh BPOM semarang  terhadap praktek pencampuran Jamu ,Kosmetik Herbal dengan BKO. Satu terjadi di purwokerto, 1 di Cilacap dan 1 terjadi di Banyumas.

Kita bisa memprediksi bahwa kejadian demikian akan terus berulang, bahkan telah lama berulang seperti lagu nostalgia lama yang tidak pernah bosan untuk di putar. Lalu apakah tidak ada formulasi yang mampu kita rumuskan untuk menyelesaikan persoalan ini? memurnikan jamu cilacap

 

Memurnikan Jamu Cilacap, Menempuh Jalan Keluar

mTentu yang harus menjawab tidak hanya pemerintah , melainkan semua stackholder yangterlibat dalam persoalan ini. Pemerintah sebagai pengawas dan Pembina melalui BPOM dan dinas kesehatan, Unsur pengrajin sebagai pelaku usaha, bahkan Berbankan dan LEmbagpendidikan seperti Universitas semestinya mampu berperan dalam penyelesaian pemrasalahan ini.

Paling tidak ada beberapa rumusan yang bisa ditempuh bersama, Dalam konteks persoalan jamu oplosan. tidak bisa kita mengharapkan sebuah jalan keluar yang singkat, cepat, sekaligus jitu. Karena persoalan ini telah berurat akar dan boleh jadi sistemik. Maka penyelesaiannyapun harus memiliki sisat yang komprehensif dan sistemik juga. masing masing pihak harus mau “berkeringat”  dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan perannya. Karena kasus tersebut tidak bisa semata-mata disalahkan hanya kepada para pengrajinnya saja.

Dari sisi pengawasan semestinya BPOM mampu merunut akar sebaran dari bahan kimia obat ini. Dari mana asalnya? Apakah dia dibuat oleh indutri kimia dalam negeri atau BKO didapat dari permaiana Importir BKO, lalu bagaiman BKO didistribusikan, siapa yang sebagai distributor, bagaimana peta sebarannya dan seterusnya.Dengan peta yang komprehensif semestinya rantai sebaran BKO bisa diputus dengan lebih permanen. Memotong hilir dari pada penggunaan BKO pada penrajin jamu sama halnya memetik buah tanpa mencabut pohon masalahnya yang terus tumbuh. Namun demikian apa yang dilakukan BPOM beberapa bulan ini perlu kita apresiasi sebagai langkah serius dalam pengawasan Pembuatan Jamu di jateng dan Kerisedanan Banyumas khususnya.

Dari sisi pembinaan Dinas kesehatan sebenarny tidak henti-hentinya telah mengarahkan bahwa mencampur jamu dengan BKO bukan saja melanggar hokum melainkan juga berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Cara-cara tersebut sudah namun tidak begitu memberikan hasil kenapa? Karena  sekali lagi membina tidak hanya cukup dengan memberi tahu mana yang baik mana yang tidak. Membina memiliki arti lebuih jauh dari itu. Membina berarti member tahu, mengajarkan, mengajak, memfasilitasi, memberikan contoh praksis atas hal-hal yang memang perlu dilakukan. Dalam Hal Jamu maka Dinas kesehatan perlu bekerja lebih giat dalam hal “membina tersebut”. Banyak program yang bisa dilakukan seperti, pelatihan meramu jamu, praktek pembudidayaan tanaman obat, metode pemasaran jamu yang lebih modern, studi komparasi dengan usaha yg suadh maju. Bahkan sampai pada meyakinkan Kepala daerah bahwa Jmu adalah industry kreatif strategis yang perlu dlebih diperhatikan dan bahkan meyakinkan perbangkan daerah untuk mau memberikan fasilitas kredit murah bagi UKM jamu.Persoalan klasik yang muncul yakni kurangnya personil dan pendanaan.  Sebaiknya dijadikan tantangan mendorong kita untuk lebih militant dalam rangka memperjuangakan penyelesaian masalah diatas.memurnikan jamu cilacap

Dari Unsur Perbangkan juga tidak kalah penting, fungsinya sebagai arteri pertumbuhan ekonomi harus benar-benar diwujudkan. Maka menjadi sangat aneh bila di wilayah cilacap jamu dimasukan kedalam usaha garis merah yang sulit dikucurkan modal. Semestinya perbankan lebih mau untuk menelisik lebih dalam terhadap persoalan tersebut sehingga tidak melulu melihat jamu sebagai binis biasa.

Unsur yang lain adalah Universitas, tanggung jawab social dari ilmu pengetahuan adalah bagaimana menciptakan kehidupan yang lebih baik. Banyak hal yang bisa dikaji sekaligus dibuat rumusan implementasinya dalam rangka isu scienbtifikasi Jamu. Dosen dan Mahasiswa harus mau turun ke bumi agar ilmu yang mereka asah tidak hanya menjadi menara gading pengetahuan.

Dan terakhir dari unsure Pengrajin.  Tidak bisa dipungkiri godaan mencampur Jamu dengan BKO sangatlah besar. Masyarakt yang semakin modern dan praktis, menuntut hasil bukan proses. Bagi masyarakat yang cepat adalah yang baik. Maka meminum obat yang tidak memiliki khasiat sepontan adalah membuang-buang waktu. Dan sudah menjadi stereotip bahwa jamu memiliki reaksi yang lambat. Lambat dan Cepat sebenarnya adalah sesuatu yang debatable. Karena respon tubuh dalam menerima obat tidak hanya bergantung pada obat melainkan juga sangat bergantung pada respon tubuh si peminum tersebut. Dalam farmasi mengenal farmako kinetika dan farmako dinamika, dan ini para ahli masih terus memeperdebatkannya. Bahkan bila kita menarik kebelakang dalam kita babonnya ibnus sina yang berjudul Al-qanun Fi Al-tibb (kaidah-kaidah pengobatan) sesungguhnya pengobatan terhadap kesehatan didalamnya terdapat unsure spekulasi yang sangat besar.

Pada intinya selalukah Herbal tidak lebih cespleng tanpa BKO. Pada akhrinya dijawab tergantung keyakinan masing masing dan seberapa banyak pengetahuannya tentang Jamu. Fenomena yang paling menarik dan sudah umum dikalangan pedagang jamu adalah keengganan miminum jamu yang dibikin sendiri. Fenomena ini menggambarkan secara nyata bahwa ada problem yang besar secara psikis baik dalam khasist ataupun keamanan jamunya sendiri.

 

Meramu Jamu Jalan Keluar Memurnikan Jamu Cilacap

mIstilah pengrajin berbeda dengan pengusaha atau pedagang jamu. Pengusaha lebih berorientasi pada sisi bisnis dan perhitungam matematis usahanya. Sedangkan pengrajin bukan hanya saja memiliki skill bisnis melainkan juga paham dengan konten yang sedang mereka buat. Seorang pengrajin tahu harus tau dan mampu membuat tahu yang baik, pengrajin emas harus tau kwalitas emas dan bagaimanan mengukirnya lebih baik. Begitu pula pengrajin jamu, mereka idealjuga harus mengathui jamu dari jenis tanaman khasiat, cara panen, pemrosesan, hingga menjadikan jamu tersebut layak  dan manjur untuk dikonsumsi.memurnikan jamu cilacap

Hilangnya kemampuan meramu jamu pada pengrajin-pengrajin jamu yang mencampur BKO sesungguhnya adalah problem besar. Karena problem tersebut tertanam dalam personnya. Sebagaimana sebagus apapun bahan Bensin yang dibuat tidak akan bermanfaat bila dimasukan kedalam mesin diesel. Maka mengembalikan basis pengetahuan pengrajin terhadap jamu dan praktek pembuatannya sesungguhnya adalah agenda mendesak yang harus disadari oleh para pengrajin sekaligus juga didukung baik dari unsure pemerintah bahkan Universitas yang memiliki tanggung jawab social dalam bidang implementasi ilmu pengetahuannya

Unsur formulasi diatas bisa kita gambarkan dalam analogi enangan kanker  yaitu BPOM sebagai tindakan amputansi , Dinas kesehatan Radioterapi & Kemoterapi sedangkan Pengrajin adalah diet asupan dari makanan yang mengandung karsinogen pemicu kanker. Formulasi diatas bukanlah jalan singkat melainkan jalan panjang yang harus disadari secara mendalam oleh berbagai steck holder yang ada. Pelaksanaan yang sungguh-sungguh tidak hanya sebagai penyelesaian program dan membatalkan kewajiban saja. Tentu akan membuah hasil yang bisa diharapkan.

Dalam iklim pertumbuhan ekonomi  Indonesia yang mulai membaik dan pasar jamu tumbuh hingga 13 Triliun pada 2012. Tentu kita tidak rela bila tingginya konsumsi  terhadap obat tradisional didominasi produk impor yang belum jelas kwalitas dan keamanannya. Momen ini perlu dimanfaatkan Jamu produk dalam negeri untuk dijadikan sebagai daya pertumbuhan. Penulis mengajak kepada seluruh stackholder untuk melihat Jamu dengan paradigm baru. Mengimani bahwa jamu adalah asset daerah yang merupakan usaha kreatif yang kaya nilai tambah, mampu mendorong daya saing daerah dan meningkatkan kesejahteraan  masyarakat yang merata dan berkecukupan.memurnikan jamu cilacap

 

Data Penulis:

Mukit Hendrayatno,ST ( Pemerhati Jamu )

Pengurus HPJA (Himpunan Pengusaha Jamu Alami) Cilacap

Artikel Kesehatan Terkait

Cegah Vertigo dengan Pernafasan Vertigo sangat menyiksa Anda merasa pusing. Anda merasa mual. Anda merasa kepala Anda berputar. Atau, apakah Anda merasa sekitar Anda berputar, sement...
Mengatasi Gangguan Prostat Dengan Herbal mengatasi gangguan prostat Dengan Herbal Beberapa perintangan untuk gangguan prostast , seperti makanan berlemak tinggi” jengkol. melinjo, minuman...
Malas Gosok Gigi Bahayakan Jantung Malas Gosok Gigi Bahayakan Jantung. MENJAGA kesehatan jantung hanya dengan olahraga dan diet sehat. Anda dapat memaksimalkan kesehatan jantung dengan ...
Vitamin Untuk kesehatan Jantung vitamin e untuk kesehatan jantung vitamin adalah makanan wajib buat menjaga kesehatan jantung. Seperti yang kita semua tahu, vitamin sangat pentin...

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *