Menebak Jenis Kelamin Janin Dengan Cara Ini. Engga Ada Salahnya Dicoba

Share This
Menebak Jenis Kelamin Janin

Menebak Jenis Kelamin Janin

Apakah saat ini Anda sedang hamil? Apakah Anda penasaran dengan jenis kelamin bayi Anda kelak namun USG belum bisa menunjukkan dengan pasti jenis kelamin si kecil? Di tengah masyarakat berkembang aneka cara yang bisa Menebak Jenis Kelamin Janin. Apa saja itu?

Salah satu cara paling akurat untuk Menebak Jenis Kelamin Janin yang Anda kandung adalah USG di usia kehamilan 18 hingga 20 pekan. Tapi ini juga tergantung posisi bayi pada saat USG dilakukan. Tingkat akurasi untuk mengetahui jenis kelamin janin melalui USG adalah 80-90 persen.

Bisa juga dilakukan amniosentesis dan chorionic villus sampling (CVS), di mana tingkat akurasi lebih tinggi. Tetapi tes ini biasanya disediakan untuk situasi di mana bayi mungkin memiliki kelainan genetik atau kelainan kromosom, seperti Down syndrome.

Tes DNA dari darah ibu juga dapat secara akurat mendeteksi jenis kelamin bayi. Akan tetapi karena biaya yang tinggi, tes ini hanya digunakan di laboratorium khusus, dan bukan menjadi tes yang komersial.

Dikutip dari WebMD, berikut beberapa cara yang dilakukan para ibu hamil untuk mencari tahu jenis kelamin bayi dalam kandungannya:

  1. Kalender China

Konon kalendar bulan China dapat memprediksi jenis kelamin janin. Caranya adalah dengan perhitungan dari kapan seorang ibu mulai hamil dan juga usia ibu. Penanggalan ini ditemukan di sebuah makam kerajaan yang usianya sekitar 700 tahun. Berdasar peneliti dari Kanada, memprediksi tes dengan kalender ini tidak 100 persen akurat, dan hanya 50-50 karena menebak secara acak. Hmm tapi tidak ada salahnya jika ada ibu yang ingin memprediksi dengan cara ini.

  1. Denyut Jantung Janin

Banyak yang beranggapan denyut jantung janin bisa memberi tahu jenis kelaminnya. Katanya jantung yang berdetak di bawah 140 kali per menit adalah janin laki-laki, dan yang berdetak 140 atau lebih per menit adalah seorang janin perempuan.Benarkah semudah itu? Sebuah studi tahun 2006 menunjukkan tidak ada perbedaan gender terkait denyut jantung janin selama trimester pertama. Sebenarnya detak jantung bayi dalam kandungan akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Di usia kehamilan 8-10 minggu bahkan detak jantungnya bisa sampai 170-200 kali per menit.

Akan tetapi detak jantung janin bisa menurun jadi 120-150 kali dalam satu menit pada saat usia pertengahan kehamilan. Nah, ketika bayi bergerak, maka detak jantungnya bisa meningkat lagi. Tapi intinya memang tidak ada kaitan jenis kelamin dan detak jantung janin. Sebuah studi tahun 1999 menyebut bahwa sebelum kelahiran, jantung bayi perempuan itu berdetak lebih cepat daripada laki-laki. Sementara studi University of Kentucky pada 1993 mengatakan prediksi jenis kelamin bayi dengan deteksi detak jantung terbukti 91 persen benar untuk bayi laki-laki dan 74 persen bagi bayi perempuan.

  1. Baking Soda dan Urine

Cara lain yang dipercaya ibu-ibu hamil bisa menjadi cara mengetahui jenis kelamin janinnya adalah dengan melakukan tes urine yang dicampur baking soda. Cara ini banyak dipublikasikan ibu hamil di YouTube. Caranya adalah dengan menaruh satu sendok makan baking soda ke dalam gelas. Kemudian tuangkan air kencing si ibu. Jika tidak ada perubahan baking soda artinya janin yang dikandung perempuan, namun jika menjadi berbusa maka janinnya laki-laki.

Cara yang serupa adalah mencampurkan urine dengan kristal drano. Jika campuran berubah hijau maka artinya yang dikandung adalah janin laki-laki. Benarkah?

Tidak ada alasan medis yang bisa menjelaskan mengapa campuran drano dan urine atau baking soda dan urine bisa memprediksi jenis kelamin bayi. Sebab dalam kromoson anak laki-laki dan perempuan tidak ada perubahan dalam keasaman atau kebasaan. Beberapa studi bahkan membantah klaim penentuan jenis kelamin janin dari tes tersebut. Pada awal 1980-an, para peneliti di University of Wyoming melakukan tes pada 100 wanita hamil dan menemukan bahwa tes semacam itu sama tidak jelasnya dengan menggunakan koin untuk melakukan prediksi. Apalagi drano adalah bahan kimia kaustik yang seharusnya tidak digunakan untuk bermain-main oleh ibu hamil.

  1. Menggantung Cincin Kawin dengan Rambut

Cara lain yang dipercaya adalah dengan menggantung cincin kawin dengan sehelai rambut suami dan letakkan di atas perut ibu hamil. Konon jika cincin berayun berputar maka janin yang dikandung adalah perempuan. Sedangkan jika arah goyangan cincin bolak-balik maka janin yang dikandung adalah laki-laki.

Kenyataannya tidak ada bukti nyata untuk mengkonfirmasi atau menyangkal metode yang satu ini. Memang tidak ada dasar ilmiah untuk itu, tapi beberapa orang-orang yang mendalami pengobatan tradisional China mungkin bisa menjelaskan bahwa cincin yang menggantung merupakan bukti kekuatan alami tubuh.

Sumber : health.detik.com

Artikel Kesehatan Terkait

Manfaat Buah Alpukat Untuk Ibu Hamil Dan Janin Manfaat Buah Alpukat Untuk Ibu Hamil Dan Janin Alpukat seperti mentega, yaitu buah yang dikenal paling tinggi kandungan lemaknya. Namun lemak dalam ...
Benarkah bila pernah melahirkan Secara Bedah caesa... Bedah caesar Tidak pasti, semua tergantung kondisi kehamilan dan janin. Awalnya mitos ini muncul karena tindakan bedah caesar cara lama yang mengiri...

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *