OBAT HERBAL IMPOTENSI

Share This

IMPOTENSI

Obat herbal impotensi untuk mengatasi masalah impotensi, merupakan salah satu gangguan bagi seorang pria dalam melakukan aktivitas seksual adalah ketidakmampuan alat vitalnya mencapai dan mempertahankan ereksi sempurna saat berhubungan seks dalam memuaskan pasangannya. Ganggual seksual ini disebut disfungsi ereksi, orang awam menyebutnya dengan impotensi.

Obat herbal impotensiImpotensi merupakan salah satu bentuk gangguan seksual (disfungsi seksual) yang terjadi pada pria. Disfungsi seksual sendiri dapat meliputi gangguan pada proses libido (gairah), ereksi, ejakulasi dan orgasme. Disfungsi seksual dapat mengenai satu atau lebih dan proses tersebut, baik secara sendiri—sendiri maupun bersamaan, misalnya seorang pria yang mengalami gangguan ereksi dapat pula berefek pada proses libido atau ejakulasi. Dan berbagai disfungsi seksual ini yang paling banyak kasusnya pada pria adalah disfungsi ereksi(impotensi) dan gangguan ejakulasi. Disfungsi ereksi tidak saja dimonopoli oieh pria berumur tetapi juga dapat dialami oleh pria usia muda. Bahkan di Amerika Serikat didapat laporan sekitar 52 % pria berusia 40 – 70 tahun pernah mengalami disfungsi Ereksi.

Penyebab impotensi

Secara garis besar penyebab terjadinya impotensi adalah faktor organis (fisik) dri faktor non organis (psikis). Kira—kira sepertiga pria impoten memiliki penyebab psikis, kurang lebih sepertiga memiliki penyebab fisik dan sepertiganya memiliki masalah gabungan.

Faktor organis (fisik) dapat karena.:

1. Problem vaskuler (sirkulasi darah)

Bila pembuluh darah yang menuju dan mengalir dan penis tidak bekerja sewajarnya (alirannya tidak lancar). Penyebab aliran darah tidak lancar a.l.:

  • atherosclerosis (pengerasan arteri)
  • kadar kolesterol darah tinggi
  • nikotin (rokok)
  • kurang olah raga
  • pembuluh darah vena lema

2. Penyakit kencing manis ( Diabetes Mellitus)

lmpotensi pada DM tidak datang secara tiba-tiba, tetapi dapat terjadi setelah 10 — 1 5 tahun menderita penyakit ini. Hal ini terjadi karena gula yang tinggi di dalam darah dapat merusak pembuluh darah, dapat merusak saraf- saraf khususnya daerah genital, dan dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah yang diperlukan untuk proses ereksi.

3.Penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi)

4.Penyakit jantung

5.Penyakit saraf

6.Kecelakaan

  • Trauma pada daerah pinggul atau tulang belakang bagian bawah dapat mengganggu saraf—saraf genital

7.Obat—obatan tertentu.

  • obat tekanan darah tinggi dan jantung : spironolactone, clonidine, chlorothiazide,propanolol, prazosin dli.
  •  obat penenang dan anti depresi: isocarboxazid, pheneizine dli.
  • Obat—obat lain: clofibrate, metociopropamid, cimetidine dli.

7.  Alkohol

8. Narkoba

10. Setelah tindakan operasi (bedah)

  • Yang menyangkut tulang belakang, perut bagian bawah atau pinggul apabila operasi tsb mengenai saraf yang berasal dan spinal cord.

11 .Radioterapi

Radiasi terhadap perut bagian bawah atau pinggui dapat menyebabkan rusaknya saraf-saraf genital.

1 2.Kadar hormon testosteron yang menurun

  • Kekurangan hormon tsb bisa karena dengan meningkatnya usia, bisa juga karena ketidak seimbangan hormon yang lain, misalnya : defisiensi hormon LH (Luteinising Hormon) dan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormon) atau kelebihan hormon Prolactin.

Faktor psikis dapat karena :

— Stres

— depresi

— hubungan yang kurang harmonis antara suami dan istri

— ketidak puasan seks

— trauma seks masa lalu

— prilaku seks yang menyimpang dli

Tindakan Pengobatan

Obat herbal impotensiSebelum dilakukan pengobatan (terapi) haruslah terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui penyebab impotensi tersebut, karena keberhasilan pengobatan akan ditentukan dan ketepatan mencari penyebabnya. Bila ternyata ditemukan penyakit-penyakit tertentu yang menjadi penyebab disfungsi, maka penyakit itu harus diobati dahulu.Biasanya akan lebih sulit dan memakan waktu lebih lama. Bilatidak ditemukan maka baru serangkaian terapi akan dilakukan seperti konseling untuk mengatasi problem psikis, terapi obat—obatan, penile injection (injeksi pada penis), pembedahan (implantasi, ligasi vena, by pass arteri).

Tindakan terapi tersebut juga memiliki efek samping. Obat—obatan untuk disfungsi ereksi biladigunakan secara serampangan akan menimbulkan efek negatif sehingga disarankan penderitatidak mudah mengkonsumsi obat— obat yang bebas di pasaran, tetapi haruslah dengan pengawasan dokter.

Pembedahan apapun juga memiliki resiko, baik resiko umum maupun lokal, misalnya: penggumpalan darah, infeksi, kerusakan saraf dll. Tentunya penderitajuga harus mempertimbangkan pilihan terapi yang akan dilakukan pada dirinya mengingat dampak yang akan terjadi. Bagaimanapun manusia berusaha mencari cara lain yang mungkin dapat diupayakan sebelum memilih upaya yang lebih beresiko.

Penggunaan Tanaman Obat pada Impotens

Kemampuan kehidupan seksual pada pria akan ditentukan oleh kemampuan organ vitalnya untuk mencapai dan mempertahankan ereksi secara sempurna guna melakukan hubungan seksual. Ini akan berjalan optimal bila sistem sirkulasi tidak terganggu. Kelancaran sirkulasi darah dalam tubuh dapat dipengaruhi oleh konsumsi makanan dan minuman, olahraga, penyakit—penyakit tertentu (diabetes,hipertensi, jantung, penyakit ginjal, hiperkolesterolemia), kondisi psikis, racun nikotin dan rokok dll.

Dalam tradisi masyarakat kita telah dikenal penggunaan tanaman obat herbal impotensi untuk mengatasi impotensi. Dalam praktiknya banyak masalah impotensi dapat ditolong dengan tanaman obat, hanya saja belum ada data yang dapat memperkuatnya.

Meskipun demikian kemampuan tanaman obat untuk mengatasi impotensi didasarkan pemikiran dan berbagai fungsi yang dimiliki tanaman obat, a.l:

membantu memperbaiki dan menstimulasi sirkulasi, misalnya: pegagan, daun dewa, adas, baru cina,cabe jawa,jahe merah, purwoceng, som jawa dll

membantu menurunkan gula darah pada penyakit kencing manis, misalnya: brotowali, mimba, daun sendok, ciplukan, mengkudu dll

membantu menurunkan kolesterol darah, misalnya: temu lawak, jati belanda, kemuning, mengkudu, sambung nyawa dll

membantu memperbaiki fungsi jantung, misalnya: daun dewa, mengkudu, sambiloto dll

membantu memperbaiki fungsi ginjal, misalnya tapak liman, pegagan, akar alang-alang, kumis kucing, daun sendok dll

merangsang saraf dan pengeluaran hormon androgen, misalnya: pasak bumi dll

membantu relaksasi sehingga dapat mengurangi stres atau ketegangan psikis, misalnya pegagan, kemangi dll.

Penggunaan tanaman obat untuk mengatasi impotensi tentulah harus dengan ukuran yang dibenarkan karena meskipun tanaman obat herbal impotensi lebih aman bila digunakan secara serampangan dan berlebihan akan menimbuikan reaksi yang tidak diinginkan. Kombinasi tanaman obat akan Iebih tepat bila penyebab impotensi dapat diketahui setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Adalah Iebih bijaksana sebelum menggunakan berkonsultasi dahulu kepada ahlinya.

Yang paling baik adalah upaya untuk mencegah terjadinya impotensi dengan cara:

pola makan sehat, khususnya dapat ditambah dengan makanan yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada peningkatan libido.

—  Suplementasi beberapa vitamin dan mineral yang berkontribusi pada fungsi seksual, misalnya zinc (merupakan mineral yang dibutuhkan untuk produksi sperma), vitamin B 1 (vitamin ini penting untuk  kesehatan fungsi otot dan sistem saraf)

Tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol dan narkoba

Mampu mengatasi stres dengan istirahat yang cukup

  Berolah raga yang teratur dan cukup

— Segera atasi penyakit yang dapat menimbulkan impotensi

— Perlu keterbukaan terhadap pasangan , agar bila ada masalah dapat diselesaikan lebih dini. Komunikasi yang baik akan menentukan kualitas hubungan yang saling memuaskan dan membahagiakan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *