PENURUNAN FUNGSI ORGAN

Share This

 PENURUNAN FUNGSI ORGAN

“Dok, saya sudah minum obat yang diberikan selama dua minggu, tapi sakit lutut saya sebelah kanan ini tidak sembuhsembuh”

“Betul pak, tapi Bapak kan sudah berumur 102 tahun jadi tentu ada saja penyakit disana-sini dan tidak mudah sembuh, bersabarlah”

“Tapi lutut saya sebelah kin juga berumur 102 tahun dan tetap sehat!?”

 

penurunan fungsi organNah, itulah sekelumit penurunan fungsi organ  pembicaraan dokter dengan seorang pasien. Tetapi anda pasti tahu ini bukan kutipan pembjcaraan di Indonesia, karena di Indonesia orang sangat lanjut usia diatas 90 tahun biasanya di desa, sehingga tidak pernah ketemu dokter, Bahkan dokter PTT pun jarang ada di tempat. Tetapi prinsip yang terkandung dalam pernyataan dokter mi bena, yaitu pengobatan pasien lanjut usia perlu pendekatan yang khusus. Demikian juga pengobatan herbal, untuk lansia memang khusus.

Mengapa perlu ada pengobatan herbal khusus bagi pasien lanjut usia? Apakah berarti ada pengobatan herbal untuk pasien anak—anak, pasien remaja, pasien dewasa, pasien hamil dan pasien setengah baya? Atau tidak, hanya untuk pasien lanjut usia saja yang ada kekhususan. Apa kekhususan itu?

Dengan meningkatnya penurunan fungsi organ terus juga umur harapan hidup maka semakin ama semakin banyak orang berusia lanjut. Contohnya di Amerika Serikat berdasarkan statistik diperkirakan tahun 2025 seperempat penduduk Amerika akan berumur 65 tahun atau lebih. Begitu juga di Indonesia, meskipun datanya tidak jelas tetapi terdapat kecenderungan meningkatnya harapan hidup dan prosentase usia lanjut. Itu sebabnya kita perlu lebih menaruh perhatian pada pengobatan usia lanjut mi baik untuk anggota keluarga sendiri yang sudah lansia maupun untuk orang lain.

Penurunan Fungsi Organ pada Lansia

Pendekatan khusus pada orang usia lanjut dibutuhkan karena terdapat perubahan—perubahan pada orang lanjut usia (diatas 60 tahun ), yaitu:

  1. Secara umum
  • Penurunan tinggi badan
  • Penurunan berat badan
  • Penurunan airtubuh.
  1. Kulit
  • Meningkatnya kerutan
  • Pengecilan kelenjar keringat
  1. Sistem kardiovaskular
  • Pemanjangan arteri serta penebalan bagian dalam arteri, peningkatan sklerosis (pengerasan) pembuluh darah jantung. Akibatnya curah jantung menurun dan juga terjadi penurunan respon denyut jantung terhadap tekanan serta hambatan aliran darah perifer.
  1. Ginjal
  • Meningkatnya jumlah glomerolus (rumah pori-pori ginjal) yang tidak normal. Akibatnya angka klirens kreatinin turun, aliran darah ginjal turun.
  1. Paru—paru
  • Elastisitas paru menurun, juga aktivitas rambut (cillia) menurun. Akibatnya kapasitasnya menurun dan kemampuan mengambil oksigen juga menurun, sementara refleks batuk juga menurun.
  1. Saluran Pencernakan
  • Produksi asam lambung HCL menu run
  • Air liur berkurang
  • Titik—titik rasa berkurang
  1. Tulang
  • Osteoarthritis
  • Hilangnya bahan—bahan tulang
  1. Mata
  • Terjadi arcus senilis sehingga menurunkan akomodasi
  • Terjadi penurunan pupil dan meningkatnya lensa (+) sehingga terjadi penurunan akuitas, sensitivitas warna dan persepsi kedalaman.
  1. Pendengaran
  • Terjadi penurunan fungsi organ—organ pendengaran dan berkurangnya syarafpendengaran sehingga persepsi frekuensi tinggi pembedaan pitch berkurang.
  1. Sistem kekebalan tubuh (immune system)
  • Menurunnya aktivitas sel—T
  1. Sistem syaraf
  • Berkurangnya berat otak dan hitungan sel cortical, sehingga berakibat meningkatnya waktu respon motorik dan menurunnya penampilan psikomotor. Selain itu kemampuan intelektual dan kemampuan balajar yang kompleksjuga menurun. Waktu tidur dan waktu tidur REM (rapid eye movement) juga menurun.
  1. Penurunan hormon
  • Penurunan hormon Tiroksjn (T3), testosteron bebas, insulin, norepinephrine, parathormone dan vasopressin.

penurunan fungsi organNah itulah yang terjadi pada orang lansia. Proses penuaan terjadi secara bertahap dan akhirnya pada usia lansia, yang inenumt standar negara maju sekitar 65 tahun, penurunan itu sudah terjadi. Kondisi yang sudah menurun ini tentu menghasilkan pembedaan dalam berbagai aspek kehidupan terutama kesehatan. Konsumsi jenis makanan dan kandungan gizinya tentu harus dirancang berbeda dengan non lansia. Aktivitas kerja dan istirahat juga perlu perencanaan khusus. Terlebih lagi dalam hal pemeliharaan kesehatan dan pengobatan yang membutuhkan perencanaan dan perhatian khusus.

Pengobatan herbal yang menekankan pada aspek kausatif dan konstruktif memang secara umum lebih cocok bagi lansia dibandingkan pengobatan dengan obat— obat kimia. Penurunan sistem kekebalan tubuh, fungsi ginjal, saluran pencernakan, paru—paru dan sistem syaraf mengharuskan adanya kehati—hatian dalam memberikan obat. Penggunaan obat-obat yang kurang tepat dan dengan dosis berlebihan akan berdampak mempercepat penurunan.

Di sisi lain sifat obat herbal yang bersifat konstruktif memang dapat diandalkan untuk mencegah atau memperlambat penurunan pada lansia atau orang paruh baya. Oleh karena itu untuk lansia dalam mengobati penyakit tertentu sebaiknya dipilihkan obat herbal yang bersifat bukan hanya mengobati (kausatif) tetapi juga konstruktif.

Artikel Kesehatan Terkait

TANAMAN OBAT HERBAL LANSIA Tanaman Obat Herbal Lansia Yang Dianjurkan    Jenis Tanaman Dan Efek Farmakologi Pegagan ( Cèntella asiatica (L) Urban) : Revitalisasi tub...

You may also like...

1 Response

  1. September 8, 2015

    […] berlebihan ini yang akan menimbulkan efek makanan pedas menjangkit pada tubuh kita, terutama pada organ pencernaan atau lambung. Bahaya masakan pedas dan efek yang ditimbulkan Nah tentunya anda penasaran dengan […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *