Radang Amandel Anak | Kenali Gejalanya

Share This
radang-amandel-anak

Radang Amandel Anak

Radang Amandel Anak – Amandel adalah penyakit yang disebabkan oleh kerusakan pada permukaan selaput lendir. Jika sudah parah, dapat menyerang dan merusak jaringan amandel. Penyebabnya adalah basil fusifomis dan basil spirlia yang memicu terjadinya peradangan atau pembengkakan pada tonsil. Amandel sendiri berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh manusia agar tidak mudah terserang penyakit yang diakibatkan oleh kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh.

Penyakit radang amandel bisa mengenai siapa saja, tapi penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak . Pada anak-anak, amandel bisa terjadi karena makanan dan minuman yang mereka konsumsi sembarangan, biasanya makanan yang digemari anak-anak saat ini adalah makanan yang mengandung bahan pengawet seperti es, gorengan, cokelat, chiki dan lain-lain yang dapat menyebabkan amandel membesar. Amandel yang membesar secara tidak langsung akan mengganggu pertumbuhan anak dan mengakibatkan anak malas belajar.

Baca Juga : 7 BAHAYA SUSU FORMULA, KESALAHAN FATAL ANGGAPAN BUNDA

Penyakit amandel biasanya bersifat akut dan bersifat kronis. Untuk amandel akut biasanya terserang selama seminggu, sedangkan untuk amandel yang bersifat kronis akan menyerang dalam jangka waktu yang lama. Penyakit amandel pada anak biasanya disertai dengan beragam gejala.

Dalam konteks ini anak-anak akan mengalami gejala amandel seperti berkut ini:

  • Rasa tidak enak pada tenggorokan yang kemudian menyebabkan sulit menelan
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Anak merasakan sakit kepala
  • Suara anak berubah menjadi serak atau kehilangan suara
  • Sakit Leher (Baca Juga : BUNDA TAU…. PERBEDAAN BATUK BIASA & BATUK FLEK PADA ANAK ??)
  • Kehilangan nafsu makan
  • Badan demam yang disertai dengan suhu tinggi.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening dibawah setiap sisi rahang.
  • Sakit telinga
  • Bau mulut

Jika anak Anda sering mengalami gejala-gejala tersebut, patut dicurigai. Mungkin amandel si anak terganggu. Gejala amandel pada anak patut dicermati sedini mungkin agar tidak lebih parah. Jika gejala-gejala tersebut tidak hilang atau berkurang selama 3 hari, maka sebaiknya orangtua membawa anaknya ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti usap tenggorokan untuk mengetahui penyebabnya.

Radang amandel disebabkan infeksi oleh virus (coxsackie virus, adenovirus atau Epstein-Barr virus) atau bakteri yang kebanyakan dari Group A Streptococcus.

Jika radang amandel disebabkan oleh bakteri, biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik untuk menghilangkan infeksi tersebut. Tapi jika disebabkan oleh virus, maka anak diusahakan untuk banyak minum air putih, mengonsumsi makanan yang lunak serta diberikan resep untuk mengurangi gejala yang ada. Anak yang mengalami radang amandel diserta dengan hidung meler dan diare lebih banyak disebabkan oleh virus.

Selain perawatan dengan obat-obatan, terkadang anak yang mengalami radang tenggorokan harus menjalani operasi pengangkatan amandel (Tonsillectomy). Operasi ini dilakukan jika infeksi yang terjadi sudah berulang-ulang atau lebih dari lima kali dalam setahun serta telah mengganggu waktu tidur dan aktivitas anak.

Operasi pengangkatan ini baru bisa dilakukan jika infeksi yang terjadi sudah sembuh dan tingkat komplikasi yang terjadi akibat operasi ini sangat rendah.

Pengaturan makanan pada anak yang menderita amandel, diantaranya:

  • Diusahakan supaya anak minum banyak air atau cairan seperti sari buah, susu, terutama selama demam
  • Berikan makanan dalam bentuk lunak agar mempermudah anak mengunyah makanan
  • Hindari anak dari minum es, sirup, gorengan, makanan yang diawerkan, makanan ringan yang menggunakan penyedap rasa.
  • Berikan makanan pada anak yang mengandung antioksidan (beta karoten, Vitamin C, Vitamin D) untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak seperti sayuran hijau, labu kuning, tomat, wortel,, jeruk, kiwi, stroberi, melon, kacang-kacangan, hati, telur dan susu.

Itulah pengenalan radang amandel dan gejala pada buah hati yang sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas buah hati anda. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi para bunda.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *