WASPADA BAHAYA PESTISIDA PADA MAKANAN ANAK .. !!!

Share This

Halo Ibu! Setelah 12 bulan si Kecil hanya mengonsumsi susu, kini saatnya mengenalkan si Kecil pada makanan padat. Antara buah atau sayur, manakah yang Ibu pilih sebagai makanan si Kecil pertamanya? Apa pun pilihannya, yang penting Ibu harus berhati-hati dengan bahaya pestisida yang terkandung di bahan makanan si Kecil. Seperti yang Ibu mungkin sudah tahu, racun pembasmi hama yang menempel pada sayur dan buah tersebut, bisa membahayakan kesehatan si Kecil jika ikut disantap. Anak-anak lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan pestisida daripada orang dewasa. Hal ini karena anak-anak sedang dalam tahap pertumbuhan dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah daripada orang dewasa. Studi yang dilakukan sekelompok peneliti dari Departemen Pertanian Amerika Serikat mengumpulkan informasi dari sekitar 1000 anak berusia 8 – 12 tahun. Anak-anak dengan kandungan pestisida di atas rata-rata dalam tubuhnya diketahui memiliki kecederungan dua kali lebih besar terjadi gangguan otak sehingga meneyebabkan hiperaktifitas pada anak (ADHD/Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Beberapa contoh bahaya bahan aktif pestisida terhadap kesehatan

  1. Asefat beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen, kelainan alat reproduksi.
  2. Aldikard sangat beracun pada dosis rendah.
  3. BHC beresiko menyebabkan kanker, beracun pada alat reproduksi.
  4. Kaptan beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen.
  5. Karbiral beresiko menyebabkan mutasi gen, kerusakan ginjal.
  6. Klorobensilat beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen, keracunan alat reproduksi.
  7. Klorotalonil beresiko menyebabkan kanker, keracunan alat reproduksi.
  8. Klorprofam beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen, pengaruh kronis.
  9. Siheksatin beresiko menyebabkan Karsinogen.
  10. DDT beresiko menyebabkan Cacat lahir, pengaruh kronis.

Untuk meminimalisir kandungan pestisida dalam buah dan sayur pada makanan si Kecil, yuk simak tiga kiat cerdas berikut ini: PILIH YANG SEGAR Saat membeli bahan-bahan untuk membuat makanan si Kecil, pilihlah sayur dan buah yang masih dalam kondisi segar. Pastikan teksturnya tidak terlalu lembek, tidak memiliki kotoran atau titik busuk pada kulitnya. UTAMAKAN PRODUK LOKAL. Mengapa? Sayur dan buah yang diimpor umumnya memiliki kandungan pestisida lebih tinggi, agar lebih awet, terlihat lebih menarik dan mencegah kebusukan selama pengiriman yang berlangsung berbulan-bulan di kontainer. Jadi, jangan mudah tergiur dengan buah dan sayuran impor meskipun tampak lebih menarik ya, Bunda ! CUCI DENGAN BERSIH Sangat penting untuk mencuci sayur dan buah sampai benar-benar bersih sebelum diolah menjadi makanan si Kecil. Rendam dahulu sayur dan buah yang akan digunakan dalam air dingin selama 2 menit, kemudian bilas dan gosok permukaannya di bawah air mengalir selama kurang lebih 30 detik. Hal ini juga berlaku untuk seluruh sayur dan buah yang akan dikupas. Sebab pestisida bisa menempel pada pisau yang digunakan, dan mencemari daging buah atau bagian dalam sayur apabila kulitnya tidak dicuci terlebih dahulu. PERTIMBANGKAN PRODUK ORGANIK Meski harganya lebih mahal, sayur dan buah organik jauh lebih aman digunakan untuk meramu makanan si Kecil, karena tidak menggunakan pestisida selama proses penanaman. Ada 12 produk yang paling tinggi kandungan pestisidanya, atau disebut jugaa Dirty Dozen, yang perlu Ibu perhatikan. Mereka adalah apel, stroberi, anggur, seledri, peach, bayam, paprika, ketimun, tomat, kentang, kacang buncis, dan selada. Untuk 12 produk tersebut, pastikan Ibu membeli yang organik, ya….Namun, jika kesulitan mendapatkan produk organik untuk buah dan sayur tersebut, tak perlu terlalu khawatir, Bu. Cukup pastikan Ibu lebih teliti saat mencuci maupun mengolahnya, untuk menghindarkan ancaman pestisida. Selain itu, Ibu juga bisa variasikan buah dan sayur yang digunakan dalam makanan si Kecil agar tubuh tidak menimbun satu jenis pestisida dalam jumlah besar. CUCI SAYURAN DENGAN BENAR Tips agar Anda terhindar dari dampak negatif pestisida

  1. Usahakan mencuci tangan Anda sebelum mencuci buah dan sayuran.
  2. Cuci buah dan sayur menggunakan air hangat, bisa juga ditambahkan cuka atau air jeruk lemon sebagai pembersih alami.
  3. Gunakan sikat gigi bekas untuk menyikat sisa pestisida pada buah dan sayur.
  4. Buang bagian terluar sayuran berdaun dan hanya konsumsi bagian dalamnya saja.
  5. Jangan gunakan sabun dan deterjen untuk mencuci buah dan sayuran.
  6. Sayuran dan buah organik dapat menjadi alternatif yang baik.

Bagaimana, Bu? Ternyata tidak sulit bukan meminimalisir bahaya pestisida di makanan si Kecil? Ibu hanya perlu lebih berhati-hati, agar si Kecil sehat dan tumbuh optimal dengan kandungan nutrisi lengkap dari hidangan yang disantapnya. LIKE & SHARE Bila Bermanfaat….

Artikel Kesehatan Terkait

Gizidat – Madu Ikan Sidat Plus Probiotik "Gizidat - Madu Ikan Sidat Plus Probiotik" "Berkualitas yang temani tumbuh kembang Si Kecil" MENGAPA HARUS GIZIDAT? Gizidat merupakan kombina...
Gizidat – Madu Ikan Sidat Plus Probiotik "Gizidat - Madu Ikan Sidat Plus Probiotik" "Berkualitas yang temani tumbuh kembang Si Kecil" MENGAPA HARUS GIZIDAT? Gizidat merupakan kombina...
Gizidat – Madu Ikan Sidat Plus Probiotik Dear Bunda... Kami Sudah Tidak Menjual Lagi VITABUMIN 🙂 Sebagai Penggantinya dan JAUH LEBIH BAIK, Kami Mempersembahkan Untuk Anak Bunda Sebagai N...
WASPADA BAHAYA KEJANG DEMAM PADA ANAK WASPADA BAHAYA KEJANG DENAM PADA ANAK vitabumin kenali kejang pada anak Kenali & Pahami Tindakan Pertolongannya Bahaya Kejang Demam Pada Anak ...

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *