WASPADA !! FLU BURUNG MENGGUNCANG INDONESIA

Share This
flu burung

flu burung

Flu burung kembali menguncang Indonesia. Kita diminta waspada untuk menjauhinya karena bisa berakibat fatal.

Menurut Departemen Kesehatan RI, di Indonesia sejak tahun 2005 hingga bulan Maret 2015 telah dilaporkan sebanyak 199 kasus flu burung (virus influenza A subtipe H5N1) dengan angka kematian sebanyak 167. Kasus yang terakhir terkait virus ini pada tahun 2015 terjadi sebanyak 2 kasus kematian. Hingga saat ini, antisipasi penyakit karena virus ini perlu terus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, meskipun angka kasusnya terjadinya hal ini relatif kecil.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek menjelaskan, hingga saat ini belum terjadi penularan virus flu burung antarmanusia. Penularan masih terjadi dari unggas ke manusia. Oleh karena itu, Menkes Nila mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan hindari kontak dengan unggas yang positif flu burung.

“Flu burung perlu diwaspadai karena selama ada hewan yang positif maka manusia juga tetap berisiko terinfeksi,” papar Nila melalui keterangan resmi yang diterima Sindonews.

Pada tahun 2016 ditemukan kasus flu burung positif pada unggas di 17 kabupaten atau kota dari tujuh provinsi yaitu Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta. Di Jakarta, kasus flu burung ditemukan di pemukiman pemulung di daerah Cilandak.

“Sejak ditemukan kematian pada entok dan unggas tanggal 16 Maret 2016, Kemenkes bersama Dinas Kesehatan telah bergerak cepat untuk mencari warga sekitar yang sakit,” kata dia. Lanjut Nila menjelaskan, berdasarkan hasil survei, tidak menemukan kasus influenza like illness di wilayah tersebut. Meski demikian, Puskesmas setempat terus memantau warga sekitar sampai dengan 14 hari ke depan sejak tanggal 17 Maret.

Untuk mengetahui penyebab kematian unggas di Cilandak, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTLK) Kemenkes telah mengambil sampel di empat titik. Sampel yang diambil berupa air buangan dan swab bekas kandang. Dinas Kesehatan juga telah menyemprotkan desinfektan di lokasi kandang dan pemusnahan unggas. “Keberhasilan pengendalian flu burung sangat ditentukan oleh peran dan dukungan seluruh masyarakat terutama dalam tindakan pencegahan,” ungkapnya.

“Upaya yang dapat dilakukan masyarakat adalah menghindari kontak dengan unggas sakit atau mati mendadak, menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

Sementara, untuk mengantisipasi penularan flu burung pada manusia, Kemenkes juga telah melakukan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menyiagakan rumah sakit khusus rujukan flu burung dan rumah sakit rujukan regional hingga menyediakan obat oseltamifir sebagai buffer stock.

BACA JUGA : OBAT HERBAL FLU BURUNG

Berdasarkan panduan dari KomNas Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza – USAID dan Departemen Kesehatan RI, berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebagai langkah perlindungan diri terhadap flu burung:

Jika Anda memiliki unggas di rumah, maka:

*  Masukkan unggas ke dalam kandang, dan jangan dibiarkan berkeliaran.

* Pisahkan kandang unggas berdasarkan jenisnya, misalnya kandang ayam dipisahkan dengan kandang bebek.

* Ketika membeli unggas, pilihlah unggas muda yang sehat. Lalu, pisahkan unggas yang baru dibeli tersebut setidaknya selama 2-3 minggu.

* Jika unggas terlihat sakit, segera pisahkan dari unggas yang lain

* Cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir setelah berkontak dengan unggas

*Bersihkan halaman di sekitar kandang unggas secara rutin setiap hari. Anda dapat membersihkan kandang unggas dengan membuang kotoran unggas maupun bulu unggas yang berserakan dengan cara dibakar ataupun dikubur

* Cuci dan bersihkan peralatan yang digunakan sebagai alat beternak dengan disinfektan seminggu sekali

* Bersihkan dan sterilkan kandang unggas dengan disinfektan atau bahan kimia lain, misalnya cairan pemutih pakaian Transportasikan hanya unggas yang sehat

* Berikan pakan yang menyehatkan dan air yang bersih pada unggas

* Jika memungkinkan, berikan vaksin pada unggas yang sehat

Di samping itu, beberapa langkah pencegahan juga sangat diperlukan agar Anda tidak tertular flu burung. Beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan, yakni:

>> Sebisa mungkin hindari berkontak langsung dengan unggas yang sedang sakit/mati, termasuk produk unggas tersebut (daging, telur, kotoran). Bila terpaksa berkontak dengan unggas tersebut, maka gunakan alat pelindung diri (APD), seperti masker, sarung tangan, kacamata, dan sepatu bot.

>> Ganti dan cuci pakaian, sepatu atau sandal yang digunakan setelah berkontak dengan unggas. Cuci tangan atau mandi hingga bersih dengan sabun dan air yang mengalir setelah berkontak dengan unggas dan produk unggas lainnya, sebelum menyiapkan makanan, dan sebelum makan.

>> Jika Anda membeli unggas, belilah unggas yang sehat, dan jangan membeli, apalagi mengonsumsi unggas yang sakit. Konsumsilah daging unggas yang matang dan diproses dengan cara yang baik dan benar. Umumnya, proses memasak normal, atau mencapai suhu 70° C pada semua bagian makanan, sudah dapat membunuh virus yang menempel.

Lalu, bagaimana manusia bisa tertular flu burung?

Flu burung dapat ditularkan dari unggas kepada manusia melalui beberapa cara, antara lain:

  • Berkontak dengan unggas yang terinfeksi saat membawa, mengangkut, menyembelih, dan memproses unggas atau kotoran unggas tersebut
  • Makan daging atau telur unggas setengah matang, makan marus (makanan olahan dari darah) unggas mentah

Jadi, untuk mencegah penularan flu burung dari unggas ke manusia, maka hindarilah perihal yang dapat membuat manusia tertular flu burung seperti yang telah disebutkan di atas.

Artikel Kesehatan Terkait

OBAT HERBAL FLU BURUNG TENTANG FLU BURUNG TENTANG VIRUS FLU BURUNG Oleh : dr. JefniAnggreifli Kekebalan tubuh bagi seorang manusia sangatlah penting. Bila kekebalan tubuh...

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *