Waspada Terhadap Angin Duduk…!!!

Share This
waspada angin duduk

waspada angin duduk

Di Indonesia, selain masuk angin, ada lagi istilah angin duduk cukup dikenal dan sering disebut sebagai salah satu penyakit yang menimbulkan kematian mendadak. “Si mas X mendadak meninggal, kena angin duduk, katanya”, itulah yang sering kita dengar atau kita ucapkan.

Sebenarnya apa penyakit “angin duduk” itu ? Penyakit apa yang menimbulkan gejala atau keluhan “angin duduk” itu ? Mengapa bisa timbul istilah “angin duduk” ? Walaupun sesungguhnya tidak ada penyakit “angin duduk”, kita sering mendengar atau menemukan atau bahkan mengalami sendiri penyakit “angin duduk” itu. Tentu harus ada penjelasan yang masuk akal dari sudut pandang ilmu medis untuk keluhan “angin duduk”.

 Waspada Terhadap Angin Duduk…!!!

Ternyata, penyakit ini tak sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan sindrom serangan jantung koroner akut (SSJKA). Teridentifikasinya istilah ini, menurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof DR dr Teguh Santoso.SpPD, di Jakarta, pekan lalu. Menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di masyarakat selama ini. Bahwa masuk angin hebat itu adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama. Jadi kata Teguh lagi, jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan gawat darurat jantung. Ingat. Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama.

 

Gejala angin duduk

Banyak variasi keluhan, gejala, dan tanda yang membuat seseorang atau keluarganya merasa mengalami “angin duduk”. Setiap penderita bisa berbeda-beda gejala/keluhan dan tandanya. Ada penderita yang mengalami keluhan atau gangguan yang lebih dominan/berat di dada, sedangkan penderita lain mengalami keluhan atau gangguan yang lebih dominan/berat di perut.

Secara umum, masyarakat kita menyebut “angin duduk” jika terdapat satu atau lebih gejala atau keluhan dan tanda berikut :

-Sakit dada (nyeri dada), terutama di sisi kiri atau di tengah dada.

-Sakit perut, termasuk nyeri ulu hati atau bagian lain perut.

-Rasa kembung yang luar biasa, sering disebut “perut menyesak”.

-Rasa tegang atau keras pada perut.

-Dengan / tanpa keluhan berikut :

  • berkeringat dingin
  • wajah menjadi pucat
  • rasa sesak nafas atau rasa berat untuk bernafas
  • nyeri punggung, terutama di sisi kiri atas
  • sakit / nyeri pinggang
  • nyeri perut sebelah kanan atas, di bawah lengkung iga terbawah
  • pusing berputar ( vertigo ) atau rasa oyong-oyong
  • mual dan muntah
  • mencret
  • rasa mau buang angin tapi susah buang angin
  • rasa mau buang air besar tapi susah buang air besar
  • gangguan kencing, seperti : kencing tersendat-sendat, rasa ingin kencing tapi susah kencing, sebentar-sebentar kencing dalam jumlah sedikit, kencing kemerahan atau berdarah.

Masing-masing gejala / keluhan dan tanda-tanda di atas tentu mempunyai penyebab spesifiknya, walaupun keluhan utamanya adalah merasakan adanya “angin yang duduk di dalam dada atau perut” atau “angin yang menguasai isi dada atau perut“. Sekali lagi, sebenarnya tidak ada penyakit angin duduk; tapi benar ada keluhan-keluhan seperti yang dijelaskan di atas, ditambah dengan keluhan-keluhan sampingan/penyerta lain  yang semuanya dapat dijelaskan secara medis.

Pencegahan angin duduk

Sumber masalah utama sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokontriksi). Penyempitan tersebut menyebabkan sebagian jantung tidak mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga pasokan darah kejantung pun tidak seimbang. Kondisi ini akhirnya mengakibatkan kerusakan pada otot jantung yang dapat menyebabkan kematian.

Langkah utama pencegahan yang dapat dilakukan adalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat antiplatelet (sel pembeku darah0 dan anti koagulan. Dapat pula dengan mengantisipasi ketidakseimbangan suplai oksigen dan kebutuhan oksigen ke jantung dengan nitat, betabloker, dan kalsium antagonis. Itulah yang disarankan prof. Teguh. Beliau juga mengatakan obat yang paling murah dan gampang, ya aspirin. Selain bermanfaat sebagai pertolongan mengatasi nyeri, obat ini juga untuk melonggarkan kembali oembuluh darah yang tersumbat. Pencegahan yang paling dianjurkan adalah membawa tablet antiplatelet kemanapun pergi bagi orang yang didiagnosa dokter menderita gangguan jantung. Sebagai pertolongan awal sebelum ke rumah sakit, sebaiknya menerapkan pola hidup sehat.

Artikel Kesehatan Terkait

Gizidat – Madu Ikan Sidat Plus Probiotik Dear Bunda... Kami Sudah Tidak Menjual Lagi VITABUMIN 🙂 Sebagai Penggantinya dan JAUH LEBIH BAIK, Kami Mempersembahkan Untuk Anak Bunda Sebagai N...
Cara Mengenalkan Makanan pada si Kecil Cara Mengenalkan Makanan pada si Kecil Ibu, tidak terasa kini si Kecil sudah menginjak usia 6 bulan. Melihat pertumbuhannya tentu membawa kebahagiaan...
Vitamin Untuk kesehatan Jantung vitamin e untuk kesehatan jantung vitamin adalah makanan wajib buat menjaga kesehatan jantung. Seperti yang kita semua tahu, vitamin sangat pentin...
Mengatasi Gangguan Prostat Dengan Herbal mengatasi gangguan prostat Dengan Herbal Beberapa perintangan untuk gangguan prostast , seperti makanan berlemak tinggi” jengkol. melinjo, minuman...

You may also like...

1 Response

  1. Terimasakasih atas infonya yang bermanfaat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *